<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Master Holistic &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="https://masterholistic.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://masterholistic.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Aug 2025 08:06:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Masalah Psikologis dan Psikosomatis</title>
		<link>https://masterholistic.com/masalah-psikologis-dan-psikosomatis/</link>
		<comments>https://masterholistic.com/masalah-psikologis-dan-psikosomatis/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2024 06:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Adriansyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Hypnotherapy]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masterholistic.com/?p=2770</guid>
		<description><![CDATA[<p>Banyak orang mengalami masalah psikologis maupun psikosomatis namun mereka tidak menyadari apa yang menjadi penyebabnya. Setiap masalah biasanya disebabkan oleh satu atau lebih faktor berikut: Menghukum diri sendiri : Pikiran Bawah Sadar seringkali merespons perasaan bersalah dengan cara menghukum diri sendiri. Misalnya saat seseorang tanpa sengaja telah menyebabkan adiknya terluka hingga mengalami patah tulang, tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/masalah-psikologis-dan-psikosomatis/">Masalah Psikologis dan Psikosomatis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/08/pale.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1835 alignright" src="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/08/pale-150x150.jpg" alt="pucat" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Banyak orang mengalami masalah psikologis maupun psikosomatis namun mereka tidak menyadari apa yang menjadi penyebabnya. Setiap masalah biasanya disebabkan oleh satu atau lebih faktor berikut:</p>
<ul>
<li>Menghukum diri sendiri : Pikiran Bawah Sadar seringkali merespons perasaan bersalah dengan cara menghukum diri sendiri. Misalnya saat seseorang tanpa sengaja telah menyebabkan adiknya terluka hingga mengalami patah tulang, tak sengaja mendorong adiknya jatuh dari tangga padahal maksudnya untuk menepuk bahu adiknya memberitakan kabar gembira ia telah lulus ujian akhir SMA. Ia merasa sangat bersalah akibat tepukannya tersebut si adik kaget dan tubuhnya limbung saat berada di atas tangga. Untuk menebus kesalahan ini ia menghukum dirinya sendiri, penyesalan namun cedera patah tulang adiknya tak bisa disembuhkan mengakibatkan ia tak berani berada di tangga karena terbayang kejadian tersebut. Ia mengalami kecemasan, ketakutan yang menghambatnya untuk bergerak cepat (mobilitas rendah).</li>
<li>Peristiwa traumatis : Misalnya seorang wanita yang sejak awal setia kepada suaminya, mendapatkan suaminya berselingkuh dengan wanita lain di depan matanya. Sang suami pun merasa tidak bersalah bahkan membawa wanita selingkuhannya masuk ke rumah saat istrinya sedang tidak ada di rumah. Si istri lambat laun mencium aroma perselingkuhan yang terjadi selama berbulan-bulan ini dari informasi tetangga dan ia sendiri telah membuktikannya, sehingga ia mengalami trauma berat. Nafasnya berat, jantung berdebar-debar, pikirannya tak lagi fokus dan ia tidak lagi ceria.</li>
<li>Kayakinan yang keliru : Hal ini terjadi akibat pengaruh lingkungan atau ajaran yang keliru yang diperolehnya. Misalnya seorang laki laki meyakini bahwa apapun yang dikerjakannya tidak akan menghasilkan uang sebab ia diramal akan selamanya hidup susah. Hal ini membuat pikiran bawah sadarnya akan disabotase oleh mental block yang membuatnya tak bisa move on dan keyakinannya akhirnya membuat ia sulit fokus dan konsisten dalam bekerja atau berusaha.</li>
<li>Persepsi yang keliru : Banyak terjadi di masyarakat. Persepsi ini adalah cara kita memadang segala sesuatu yang ada di sekitar kita, termasuk terhadap tetangga, teman sekolah, anak atau orang tua, suami atau istri, dan lain-lain. Akibat persepsi yang keliru muncullah gangguan emosional seperti mudah marah tanpa alasan yang jelas, over sensitif atas ucapan orang lain kepadanya padahal belum tentu buruk tapi sudah muncul justifikasi yang keliru dan pandangan buruk terhadap orang lain, Hal ini bisa menimbulkan banyak gangguan emosional dan akhirnya menyebabkan beragam penyakit sebab tubuh merespons semua ancaman dengan stress yang berakibat masalah seperti susah tidur, mudah panik dan masalah psikologis lain, serta pada pernapasan, lambung dll (psikosomatis).</li>
</ul>
<p>Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kita bahwa banyak faktor pencetus kita mengalami masalah psikologis dan psikosomatis. Dan hal ini bisa diatasi dengan Hipnoterapi,</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/masalah-psikologis-dan-psikosomatis/">Masalah Psikologis dan Psikosomatis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://masterholistic.com/masalah-psikologis-dan-psikosomatis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencerahan Bathin Tanpa &#8220;Kemelekatan&#8221;</title>
		<link>https://masterholistic.com/pencerahan-bathin-tanpa-kemelekatan/</link>
		<comments>https://masterholistic.com/pencerahan-bathin-tanpa-kemelekatan/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2016 16:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Adriansyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masterholistic.com/?p=2470</guid>
		<description><![CDATA[<p>Seorang pencari pencerahan bathin adalah orang yang mau melepaskan apapun &#8216;belenggu&#8217; bathin yang dia miliki seperti kemelekatan. Seperti namanya &#8220;kemelekatan&#8221; adalah sesuatu yang bersifat kesenangan duniawi yang mungkin secara sadar maupun tidak kita sadari membuat kita sulit memasuki pencerahan bathin. Kemelekatan terhadap harta kekayaan, terhadap hewan ternak, dan sebagainya sampai kemelekatan terhadap orang dekat, keluarga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/pencerahan-bathin-tanpa-kemelekatan/">Pencerahan Bathin Tanpa &#8220;Kemelekatan&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2016/08/soul-attachment.jpg"><img class=" size-full wp-image-2471 alignleft" src="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2016/08/soul-attachment.jpg" alt="soul attachment" width="640" height="469" /></a>Seorang pencari pencerahan bathin adalah orang yang mau melepaskan apapun &#8216;belenggu&#8217; bathin yang dia miliki seperti kemelekatan. Seperti namanya &#8220;kemelekatan&#8221; adalah sesuatu yang bersifat kesenangan duniawi yang mungkin secara sadar maupun tidak kita sadari membuat kita sulit memasuki pencerahan bathin. Kemelekatan terhadap harta kekayaan, terhadap hewan ternak, dan sebagainya sampai kemelekatan terhadap orang dekat, keluarga dan pekerjaan menjadikan kita sulit bertransformasi.</p>
<p>Hilangnya kemelekatan (attachment) adalah syarat utama memasuki pencerahan bathin. Ia hanya bisa dicapai ketika kita tidak ada gangguan yang membuat hidup kita tergantung padanya (makhluk, benda, harta, dan lain-lain). Ibarat kata kita untuk kembali ke titik NOL kita harus me &#8216;refresh&#8217; diri kita sendiri, misalnya dengan menjauhi hal-hal yang menjadikan kita &#8216;melekat&#8217; baik yang membawa keburukan bahkan kebaikan duniawi.  Contohnya, kemelekatan yang membawa keburukan duniawi (secara bathin) adalah kemelekatan akan nafsu-nafsu rendah seperti nafsu ingin menaklukkan orang lain, memuaskan syahwat, menonjolkan diri (sombong), bangga dengan kebodohan, dan sebagainya.  Sedangkan kemelekatan yang membawa &#8216;kebaikan&#8217; duniawi termasuk kemelekatan pada sesuatu hal, benda, dan sebagainya sehingga dengannya kita memperoleh kekayaan dengan mudah. Beberapa contoh adalah kebiasaan memberikan pinjaman dengan bunga (riba), menjual senjata atau racun untuk membunuh, mencari kekayaan dari cara memanfaatkan tuyul, nyupang, dan sebagainya. Maksud &#8216;Kebaikan&#8217; duniawi di sini maksudnya kebaikan hanya untuk memberikan kepuasan hidup di dunia, tetapi tidak untuk di akhirat.  Sedangkan kebaikan dunia dan akhirat adalah perbuatan baik di dunia misalnya dengan mengajar ilmu bermanfaat yang bisa membantu sesama dan menambah pahala atau karma baik. Di samping itu, kebaikan dunia dan akhirat adalah beribadah kepada Sang Pencipta dengan keikhlasan penuh, rasa puji dan syukur atas nikmat yang Dia berikan,  tanpa embel-embel.</p>
<p>Saat kita terlena dengan kenikmatan duniawi, belenggu dari &#8216;kebaikan&#8217; duniawi berupa harta kekayaan maka yang harus kita pertimbangkan adalah apakah kita siap melepaskan diri dari ikatan &#8216;kemelekatan&#8217; itu?  Jika tujuan kita murni karena Tuhan, maka kita harus siap melepaskan semua yang dibenci Tuhan.  Dengan mencari rezeki yang berkah, sekalipun tidak sebanyak dari yang kita dapatkan dengan jalan yang tidak diridhoi Tuhan, maka kita akan mudah melakukan transformasi diri menuju pencerahan.  Tidak mustahil seorang yang hidupnya sederhana dari jalan yang diridhoi Nya untuk masuk Surga Nya, namun akan sulit bagi orang kaya dari hasil yang tidak diridhoi Nya masuk ke tempat yang sama, bahkan terbuka pintu Neraka bagi Nya.  Untuk mendapatkan harta yang berkah tidak hanya dilihat &#8216;kemana&#8217; harta dipergunakan, tetapi juga &#8216;darimana&#8217; harta tersebut berasal.  Ketika kita mendapatkan harta dari cara atau jalan yang &#8216;haram&#8217;, maka sulit berharap doa-doa kita mencapai tingkatan spiritualitas yang lebih tinggi bisa kita wujudkan.  Ibarat &#8216;Air kotor&#8217; tidak bisa membersihkan &#8216;kain yang kotor&#8217;.</p>
<p>Semoga kita semua mencapai pencerahan dari artikel yang saya buat kali ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/pencerahan-bathin-tanpa-kemelekatan/">Pencerahan Bathin Tanpa &#8220;Kemelekatan&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://masterholistic.com/pencerahan-bathin-tanpa-kemelekatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surga di telapak kaki Ibu</title>
		<link>https://masterholistic.com/surga-di-telapak-kaki-ibu/</link>
		<comments>https://masterholistic.com/surga-di-telapak-kaki-ibu/#respond</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2015 08:59:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Adriansyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masterholistic.com/?p=2152</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pembaca yang budiman, pada artikel ini penulis ingin membahas mengenai ungkapan &#8220;Surga di telapak kaki Ibu&#8221; dari sudut pandang spiritual. Artikel ini ditujukan untuk mengapreasiasi kaum hawa pada umumnya dan para ibu pada khususnya, Pada hakekatnya seorang ibu adalah bagian integral dari &#8216;jiwa&#8217; anak-anaknya dan kalau boleh dikatakan persentase kedekatan antara keduanya adalah lebih dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/surga-di-telapak-kaki-ibu/">Surga di telapak kaki Ibu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pembaca yang budiman, pada artikel ini penulis ingin membahas mengenai ungkapan &#8220;Surga di telapak kaki Ibu&#8221; dari sudut pandang spiritual. Artikel ini ditujukan untuk mengapreasiasi kaum hawa pada umumnya dan para ibu pada khususnya,</p>
<p><a href="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/11/ibu.jpg"><img class=" size-full wp-image-2153 alignleft" src="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/11/ibu.jpg" alt="ibu" width="615" height="409" /></a>Pada hakekatnya seorang ibu adalah bagian integral dari &#8216;jiwa&#8217; anak-anaknya dan kalau boleh dikatakan persentase kedekatan antara keduanya adalah lebih dari 60%. Seorang Ibu sejak sebelum mengandung telah merawat dirinya dan mempersiapkan sebuah proses kodrati yang sangat Ilahiah yakni sebelum, saat mengandung dan setelahnya.</p>
<p>Ia mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, bahkan mengupdate informasi mengenai apa-apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan sejak ia melaksanakan pernikahan sebab tak ada orang tua, apalagi seorang wanita yang telah menikah tidak ingin memiliki buah hatinya, bukan?  Begitu seorang wanita berikar untuk melaksanakan pernikahan dan menambatkan hatinya kepada seorang pria yang menjadi suaminya, maka ia berdoa dalam hati kepada Sang Pencipta untuk dikarunia keturunan. Ia tidak lagi memikirkan apa yang akan dirasakan dan bagaimana perubahan fisiknya kelak setelah melahirkan bayinya. Ini adalah cerminan sifat ikhlas yang ia tunjukkan sebelum ia menjadi seorang Ibu dan atas doanya inilah Tuhan YME memberikan karunia yang terindah melalui proses kehamilan.</p>
<p>Perasaan deg-degan terus ia rasakan sekalipun tidak diucapkan bahwa ia ingin sekali bila tes urinnya menunjukkan &#8220;dua garis&#8221; (positif hamil). Saat ia tahu hasilnya positif, begitu bahaagianya ia karena di depan matanya terbayang hidupnya sebagai seorang wanita yang sempurna dan mendapatkan karunia terindah dari Tuhan YME. Setiap hari ia berdoa dalam hati dan mengharapkan akan tumbuh janin yang sehat dan bisa lahir tepat pada waktunya sebagai bayi yang sehat. Ia menjaga nutrisi yang ia makan dan minum karena ia tahu bahwa setiap ia melakukannya ia akan mensuplai nutrisi penting bagi anaknya. Banyak pantangan yang ia jalankan seperti tidak makan-makanan tertentu yang berbahaya bagi si janin, sekalipun makanan itu kesukaannya saat belum hamil. Ia rela membuang jauh-jauh makanan favoritnya demi anaknya. Ia rajin memeriksakan diri ke dokter untuk melihat perkembangan janinnya, dan seterusnya.  Tak terhitung pengorbanan yang ia lakukan seperti waktu, hobi, dan sebagainya hanya untuk memiliki seorang buah hati yang sehat. Dengan tubuhnya yang semakin lama semakin berat karena besarnya kandungan dari bulan ke bulan, ia dengan sabar dan tabah berjalan, baik yang masih bekerja di kantor maupun sebagai ibu rumah tangga, menjalankan aktivitasnya.  Ketika ia merasakan janinnya tumbuh lengkap dan bergerak-gerak di dalam kandungannya,ia merasa sangat bahagia. Sang ayah pun merasa sangat senang.</p>
<p>Saat melahirkan hampir tiba, dan ia pun harus berjuang ketika ia mengetahui ia segera melahirkan. Suaminya tercinta membawanya ke Rumah Sakit Bersalin dan semua larut dalam rasa cemas bercampur bahagia menanti kelahiran. Sang ibu harus berjuang mempertaruhkan nyawanya saat proses persalinan berlangsung karena ia harus memiliki nafas yang cukup kuat agar bisa melahirkan. Sekalipun ada yang melahirkan secara cesar namun penderitaan juga ia alami karena efek dari obat bius sering membuatnya sakit saat tersadar. Tak jarang yang sampai berbulan-bulan mengalami sakit pada punggungnya setelah melahirkan.  Belum lagi ia segera setelah melahirkan harus menyusui anaknya. Proses menyusui ini akan berlangsung setidaknya selama enam bulan.</p>
<p>Tidak berhenti sampai di sini, seorang ibu juga terus menyayangi anaknya dengan memeriksakan anaknya, membawanya untuk imunisasi dan lain-lain. Jika ada gangguan saat melahirkan sehingga anaknya butuh perawatan lanjutan, maka ia dengan sabar akan menjalaninya. Alangkah mulianya seorang ibu dan sampai kapanpun anaknya akan menjadi bagian penting dari jiwanya sendiri.</p>
<p>Tak jarang anak-anak yang dilahirkannya membuatnya sedih dan kecewa, namun ia tidak menyimpan dendam, bahkan ia akan memberikan lebih banyak waktu agar anaknya bertumbuh sehat.  Ia sendiri mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi kelak dengan anaknya karena rahasia Tuhan,namun setiap malam ia berdoa sebelum anaknya tidur agar tumbuh menjadi anak yang sehat. soleh/soleha.</p>
<p>Proses di atas terjadi dan akan terus terjadi selama sang Ibu tidak melupakan kodratnya dan bisa mengesampingkan egonya. Namun, kadangkala ada seorang ibu yang setelah melahirkan anaknya malah kembali memunculkan egonya, bahkan  tidak ingin mengurusi anaknya. Alangkah sia-sia pengorbanannya selama ini dan bahkan ia tanpa disadari akan memutus bagian dari &#8220;jiwa&#8221; anaknya terhadap dirinya.  Seorang ibu adalah cantik dari sifat dan caranya membesarkan anak-anaknya, bukan dari kosmetik dan tas mahal yang dibawa-bawanya saat melakukan pertemuan, bukan pula dari foto selfienya.  Kecantikan yang dimiliki seorang Ibu semakin akan terpancar ketika ia dengan penuh kasih sayang merawat dan membesarkan anak-anaknya. Ia akan bertambah cantik jika ia bisa menyeimbangkan kehidupan duniawi dan spiritualnya.</p>
<p>Seorang anak sejak balita perlu diberikan pemahaman mengenai kehidupan, mengenai ibu dan ayahnya dan mengenai sifat-sifat baik yang perlu ia kembangkan. Ibu yang bijak tidak akan mendendam ketika marah melihat kenakalan anaknya, ia juga tidak akan merasa tersaingi ketika sang ayah membagi kasih sayangnya kepada buah hatinya karena ia menyadari bahwa ia dan anaknya adalah bagian dari jiwa yang tidak terpisahkan.</p>
<p>Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi dan pencerahan bagi seorang anak agar ia senantiasa tidak melupakan belahan jiwanya yang sesungguhnya, berterimakasih dan mendoakan orang tuanya. Demikian pula kepada seorang ibu karena antara mereka tak ada jarak atau dimensi yang bisa memisahkan. Bagi soerang ayah, semoga bisa menambah kecintaannya kepada sang istri begitupula dengan anak-anaknya. Amin</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/surga-di-telapak-kaki-ibu/">Surga di telapak kaki Ibu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://masterholistic.com/surga-di-telapak-kaki-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekaguman itu lumrah tapi jangan berlebihan!</title>
		<link>https://masterholistic.com/kekaguman-itu-lumrah-tapi-jangan-berlebihan/</link>
		<comments>https://masterholistic.com/kekaguman-itu-lumrah-tapi-jangan-berlebihan/#respond</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2015 08:54:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Adriansyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masterholistic.com/?p=1658</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dewasa ini seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pemberdayaan diri di negara kita, baik yang diperoleh dari luar negeri maupun dari trainer atau motivator dalam negeri, membuat banyak peserta menjadi terkagum-kagum atas sosok public figure tertentu apalagi jika sering tampil di layar kaca.  Kagum akan sebuah talenta, skill maupun pencitraan diri seseorang biasanya muncul secara alami, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/kekaguman-itu-lumrah-tapi-jangan-berlebihan/">Kekaguman itu lumrah tapi jangan berlebihan!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/07/einstein-2.jpg"><img class=" size-medium wp-image-1659 alignleft" src="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/07/einstein-2-300x209.jpg" alt="Kekaguman yang membahayakan" width="300" height="209" /></a>Dewasa ini seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pemberdayaan diri di negara kita, baik yang diperoleh dari luar negeri maupun dari trainer atau motivator dalam negeri, membuat banyak peserta menjadi terkagum-kagum atas sosok public figure tertentu apalagi jika sering tampil di layar kaca.  Kagum akan sebuah talenta, skill maupun pencitraan diri seseorang biasanya muncul secara alami, namun kekaguman yang membabi-buta bisa berpotensi buruk karena self-image diri sendiri tidak bisa berkembang, bahkan bisa menjadi fans berat seumur hidup. Apakah ada yang salah dengan fenomena ini?</p>
<p>Jika kita menggunakan mata dan telinga kita apalagi melihat <em>LIKE</em> yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan di media sosial, pikiran kita mudah jatuh pada jebakan (trap) yang tidak memberdayakan, sekalipun kita menyukai kata-kata orang yang kita anggap ahli pemberdayaan diri.  Hal ini bisa terjadi karena sebagian besar tertumpu pada sosok atau figur dan tidak melakukan <em>internal check </em>apakah ada yang kurang tepat untuk diterapkan dalam diri kita atau apakah kata-kata &#8216;bijak&#8217; yang diucapkan seorang motivator atau trainer tersebut hanyalah sebuah klise, hiperbola atau mungkin &#8216;lebay&#8217;.  Agar tidak terperangkap dengan berbagai hal yang tidak memberdayakan ini, seyogyanya kita tetap berpedoman pada pengalaman, pengamatan dan pembelajaran dari hidup kita sendiri dengan melakukan perbandingan yang proporsional dengan apa yang dinyatakan para pakar tersebut.  Kebanyakan dari kata-kata yang enak didengar adalah bersifat bahasa &#8216;langit&#8217; alias &#8220;mengawang-awang&#8221;, yang dalam NLP sering disebut sebagai Milton Model. Dalam beberapa kasus, pola bahasa ini bisa membantu pemberdayaan diri, namun bagi orang-orang yang kurang cermat maka bahasa-bahasa ini bisa menjadi bumerang, sebab tidak mengkritisi kelemahan diri dan tidak mendorong terjadinya perubahan seperti yang diharapkan.</p>
<p><em>Memang sangat enak didengar ketika kita dikatakan &#8220;Luar biasa&#8230;&#8221;, &#8220;dahsyat sekali&#8230;&#8221;, &#8220;anda adalah segalanya..&#8221; dan sebagainya namun cobalah rasakan hal ini ketika disampaikan oleh bukan seorang motivator, misalnya anda bertemu dengan orang yang tidak dikenal di sebuah mal, dan orang itu tahu anda senang dipuja dan dipuji, maka anda bisa dengan mudah &#8216;terlena&#8217; bahkan tidak terasa anda mungkin mengeluarkan banyak uang untuk &#8220;membalas&#8221; pujian orang tersebut, bahkan bisa saja anda menjadi korban penipuan !</em></p>
<p>Penulis dalam artikel ini ingin menyampaikan pesan bahwa kita seharusnya selalu waspada, tapi bukan su&#8217;udzon atau negative thinking. Sekalipun kata-kata motivasi yang diucapkan oleh seorang motivator  tidak memiliki pengaruh negatif, bahkan terkesan sangat positif dalam pemberdayaan diri, namun kita perlu meningkatkan <em><strong>introspeksi dan modifikasi</strong></em> yang dibutuhkan dari apa yang kita lihat dan dengarkan, yang sesuai <em><strong>outcome yang ingin kita capai</strong></em>. karena semua orang memiliki masalah yang berbeda-beda, dan sekalipun mungkin pada tataran luar terdengar persis dengan masalah yang kita hadapi, namun pemicu terjadinya masalah, lingkungan, latar belakang pendidikan, dan sebagainya adalah hal yang tidak bisa diabaikan begitu saja.</p>
<p>Bukan apa yang enak dilihat oleh mata, atau apa yang menyenangkan di dengar oleh telinga kita yang membuat kita bisa memberdayakan diri kita, namun banyak dari apa yang tidak enak dilihat dan didengar malah menjadi &#8220;obat&#8221; atau &#8220;vitamin&#8221; bagi pikiran kita dan pemberdayaan diri secara holistik sebab biasanya &#8220;yang enak-enak saja&#8221; seringkali membius kita sehingga lupa untuk mengkritik diri sendiri, sedangkan &#8220;yang tidak enak dilihat dan didengar&#8221; malah ditangkap oleh pikiran kita sebagai &#8220;obat&#8221; atau &#8220;vitamin&#8221; yang bisa mencerahkan diri kita karena rasa sakit, rasa tersinggung, dan sebagainya karena kesalahan yang telah kita lakukan bisa menyadarkan diri kita untuk segera &#8220;kembali ke jalan yang  lurus&#8221;.  Ingatlah bahwa mata diciptakan Tuhan YME bukan untuk melihat yang bagus-bagus saja, dan telinga diciptakan bukan untuk mendengar yang enak-enak saja atau yang menyenangkan hati.</p>
<p>Berapa banyak orang yang secara ekonomi sukses dan mencintai seni pemberdayaan diri, namun ketika mereka bertemu dengan orang lain, ego nya muncul dan tetap saja memandang rendah orang lain.  Berapa banyak orang yang memiliki kekuasaan atau posisi penting dan menyenangi seni pemberdayaan diri, namun ketika orang banyak menjerit mengalami kesusahan dalam hidup karena faktor ekonomi, mereka seakan-akan tidak mendengar, bahkan dengan mudahnya bersilat lidah di layar kaca atau dalam berbagai pertemuan sosial dengan masyarakat.  Inilah fakta yang perlu dicermati agar esensi dari seni pemberdayaan diri tidak hanya sekadar retorika dan omong-kosong belaka.</p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat !</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/kekaguman-itu-lumrah-tapi-jangan-berlebihan/">Kekaguman itu lumrah tapi jangan berlebihan!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://masterholistic.com/kekaguman-itu-lumrah-tapi-jangan-berlebihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Xenoglossy: Antara Mistik &amp; Pikiran Bawah Sadar</title>
		<link>https://masterholistic.com/xenoglossy-antara-mistik-pikiran-bawah-sadar/</link>
		<comments>https://masterholistic.com/xenoglossy-antara-mistik-pikiran-bawah-sadar/#respond</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2015 23:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Adriansyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Parapsychology]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masterholistic.com/?p=1455</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dalam sebuah siaran televisi dikabarkan bahwa ada seseorang dari salah satu daerah di tanah air yang tiba-tiba bisa berbicara dalam bahasa asing, padahal ia sebelumnya diketahui tidak pernah mempelajarinya.  Kok bisa ya?  Apakah fenomena ini terkait dengan mistik? Apakah sudah ada studi mengenai hal ini di Barat?  Untuk itu mari kita lihat sekilas mengenai fenomena [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/xenoglossy-antara-mistik-pikiran-bawah-sadar/">Xenoglossy: Antara Mistik &#038; Pikiran Bawah Sadar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/07/xenoglossy-2.jpg"><img class=" size-full wp-image-1457 alignleft" src="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/07/xenoglossy-2.jpg" alt="xenoglossy " width="251" height="201" /></a></p>
<p>Dalam sebuah siaran televisi dikabarkan bahwa ada seseorang dari salah satu daerah di tanah air yang tiba-tiba bisa berbicara dalam bahasa asing, padahal ia sebelumnya diketahui tidak pernah mempelajarinya.  Kok bisa ya?  Apakah fenomena ini terkait dengan mistik? Apakah sudah ada studi mengenai hal ini di Barat?  Untuk itu mari kita lihat sekilas mengenai fenomena ini.</p>
<p>Mungkin sedikit di antara kita mendengar istilah Xenoglossy, bukan?  Padahal sering atau setidaknya kita pernah mendengar bahwa ada orang yang diyakini tidak bisa sebuah bahasa asing, tiba-tiba bisa ngomong lancar bahasa asing tersebut, misalnya Bahasa Inggris.  Nah, sebenarnya Xenoglossy adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan <em>kemampuan</em> tersebut.</p>
<p>Xenoglossy berasal dari kata<em> Xeno</em> yang berarti <em>&#8220;strange, foreign&#8221;</em> dan <em>Glossa, berarti &#8220;tongue&#8221;. </em>Istilah ini diperkenalkan oleh Charles Richet, seorang ahli fisiologi berkebangsaan Perancis pada pergantian abad ke 20. Kemampuan ini sampai saat ini masih diperdebatkan oleh para ahli. Dari berbagai literatur yang dibaca dan fenomena yang terjadi di masyarakat, setidaknya bisa disimpulkan adanya 3 penyebab munculnya kemampuan ini.</p>
<ol>
<li>Secara psikologis, terkait dengan pikiran bawah sadar (subconscious mind). Dalam hal ini seorang yang mengalami suatu kejadian misalnya setelah mengalami koma atau kondisi psikologis tertentu, tiba-tiba bisa berbahasa asing. Dalam hal ini kemungkinan disebabkan orang tersebut  sebelumnya, entah saat kapan, pernah <em>mendengar atau mengetahui</em> bahasa tersebut,  namun hal itu terlupa (namun ingatan itu telah terekam dalam pikiran bawah sadar. Kemampuan ini bisa kembali muncul di kemudian hari. Namun orang tersebut biasanya hanya bisa mengucapkan beberapa frasa, bukan berkomunikasi secara utuh.</li>
<li>Kemampuan ini muncul karena faktor Past Life, yakni berkaitan dengan reinkarnasi. Bagi sebagian orang yang mempercayai reinkarnasi, xenoglossy dianggap terkait dengan kehidupan masa lalu orang tersebut. Misalnya, pada kehidupan sebelumnya orang tersebut terlahir di Jerman, sehingga ketika pada kehidupan sekarang ketika ia terlahir di Indonesia, orang itu bisa tiba-tiba pada suatu kesempatan bisa lancar berbahasa Jerman, padahal sejak lahir sampai sekarang ia tidak pernah bersentuhan dengan bahasa Jerman tersebut.</li>
<li>Xenoglossy kadangkala juga disangkutpautkan dengan kekuatan dari luar manusia, karena kekuatan mistik. Seringkali hal ini dikaitkan dengan adanya perubahan suara dari orang yang sedang &#8220;kerasukan&#8221; ketika ia mengucapkan beberapa kata atau kalimat dalam bahasa asing tersebut.</li>
</ol>
<p>Dari beberapa penjelasan di atas tentang penyebab munculnya kemampuan seseorang bisa berbahasa asing secara spontan mungkin pembaca memiliki pilihan masing-masing, bahkan mungkin mengalaminya sendiri.  Terlepas dari segala kemungkinan di atas, bisa penulis sampaikan bahwa misteri pikiran bawah sadar masih banyak belum terpecahkan, sehingga masih banyak peluang diadakan eksplorasi dan penelitian lebih jauh. Sayang di negara kita, penelitian seperti ini tidak banyak mendapatkan perhatian seperti di luar negeri.  Namun, setidaknya fenomena ini bisa menambah wawasan kita dan membuat kita menjadi lebih bijak.</p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat !</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/xenoglossy-antara-mistik-pikiran-bawah-sadar/">Xenoglossy: Antara Mistik &#038; Pikiran Bawah Sadar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://masterholistic.com/xenoglossy-antara-mistik-pikiran-bawah-sadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpikir Bijak dan Cerdas</title>
		<link>https://masterholistic.com/berpikir-untuk-menjadi-bijak-dan-cerdas/</link>
		<comments>https://masterholistic.com/berpikir-untuk-menjadi-bijak-dan-cerdas/#respond</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2015 08:21:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Adriansyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masterholistic.com/?p=1319</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sengaja artikel ini saya tulis untuk mengingatkan kita bahwa sebelum sebuah respons terjadi melalui gesture, body language, perilaku dan mengambil keputusan, selayaknya mekanisme yang paling fundamental harus kita lalui, yakni berpikir.  Sebuah Pepatah kuno mengatakan &#8220;Pikir itu Pelita Hati&#8221; mengandung hikmah yang bisa kita pelajari, sebab Hati akan menjadi terang karena kita membuka pikiran kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/berpikir-untuk-menjadi-bijak-dan-cerdas/">Berpikir Bijak dan Cerdas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/07/pikrian-positif-3.jpg"><img class=" size-medium wp-image-1320 alignleft" src="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/07/pikrian-positif-3-300x242.jpg" alt="pikiran positif " width="300" height="242" /></a>Sengaja artikel ini saya tulis untuk mengingatkan kita bahwa sebelum sebuah respons terjadi melalui gesture, body language, perilaku dan mengambil keputusan, selayaknya mekanisme yang paling fundamental harus kita lalui, yakni berpikir.  Sebuah Pepatah kuno mengatakan &#8220;Pikir itu Pelita Hati&#8221; mengandung hikmah yang bisa kita pelajari, sebab Hati akan menjadi terang karena kita membuka pikiran kita (open-mindedness).</p>
<p>Ada beberapa hal yang bisa membuat kita menjadi lebih bijak dan cerdas, yaitu:</p>
<ul>
<li>Bahwa kita hidup bersama orang-orang lain, komunitas lain, keyakinan dan latar belakang yang bisa sama dan bisa berbeda dengan kita. Oleh sebab itu penilaian yang bersifat egosentris sudah selayaknya dihindari karena membentuk persepsi individu atau kelompok yang tidak memberdayakan baik untuk diri sendiri maupun kemaslahatan bersama untuk mencapai harmonisasi kehidupan</li>
<li>Bahwa hidup bersama yang harmonis mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan menyehatkan, terutama dalam pola pikir karena adanya saling menghormati, tenggang rasa, memunculkan simpati dan empati dari berbagai pihak, karena ini menjadi syarat utama untuk membangun (bukan destruktif) dari segi moral dan etika bermasyarakat</li>
<li>Semua yang kita terima melalui panca indera kita, baik yang kita lihat (visual), dengar (auditory), rasakan (kinestetik), cium (olfactory) dan kecap menggunakan lidah (gustatory), merupakan input yang memicu otak untuk memprosesnya, baik melalui proses pikir maupun refleks. Oleh sebab itu, dibutuhkan ketenangan, kesabaran dan ketelitian dalam memahami suatu fenomena atau kejadian, termasuk mempelajari sebuah pengetahuan yang kita anggap masih asing bagi kita.  Ketika kita melihat parsial dan egosentris maka semua yang masih baru akan memberikan respons negatif dan memunculkan prasangka buruk.  Hal ini menyebabkan munculnya benih-benih kebencian dan emosi-emosi negatif lain yang merusak diri sendiri (self-destruction) lebih dominan karena yang ada dalam pikiran hanyalah prasangka-prasangka tanpa dasar ilmu yang jelas.</li>
<li>Berpikir secara luas membuka pintu gerbang bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tak mungkin ada penemuan tanpa berpikir luas</li>
<li>Berpikir jernih memberikan prasangka baik dan membuka hati untuk menerima pengetahuan bahkan hidayah atau pencerahan.</li>
<li>Berpikir maju ke depan selain menghilangkan beban mental / psikologis, juga memacu kita untuk melakukan lompatan-lompatan besar dan pencapaian hasil (outcome) yang positif</li>
<li>Berpikir tenang sebelum bertindak memudahkan kita mencari solusi atau menjawab sebuah tantangan dengan bijak, dan menghindari berbuat kesalahan-kesalahan yang bodoh (stupid mistakes)</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Janganlah menyepelekan pikiran, Dalam agama Islam dikatakan bahwa <span style="line-height: 1.5;">Allah Swt menghukum manusia disebabkan karena mereka tidak berpikir. Dengan beberapa ungkapan seperti, “</span><em style="line-height: 1.5;">afalâ ta’qilun</em><span style="line-height: 1.5;">”, “</span><em style="line-height: 1.5;">afalâ tatafakkarun</em><span style="line-height: 1.5;">”, “</span><em style="line-height: 1.5;">afalâ yatadabbaruna al-Qur’ân</em><span style="line-height: 1.5;">”,</span><span style="line-height: 1.5;"> Allah Swt mengajak mereka untuk berpikir dan menggunakan akalnya (www.islamquest.net). </span></p>
<p>Demikian pula dalam agama atau keyakinan lainnya yang mengedepankan proses berpikir ini karena tanpa berpikir yang baik akan menciptakan banyak masalah bahkan membawa kita menuju kehancuran. Contoh lainnya, dalam agama Buddha dikenal istilah Kamma karena Pikiran (manno kamma), dan sebagainya.</p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat dan mampu memberdayakan kita semua. Amin</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/berpikir-untuk-menjadi-bijak-dan-cerdas/">Berpikir Bijak dan Cerdas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://masterholistic.com/berpikir-untuk-menjadi-bijak-dan-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
