<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Master Holistic &#187; NLP Coaching</title>
	<atom:link href="https://masterholistic.com/category/nlp/nlp-coaching/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://masterholistic.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Aug 2025 08:06:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Neuro-Logical Levels: Perjalanan Hidup menuju Perubahan</title>
		<link>https://masterholistic.com/neuro-logical-levels-perjalanan-hidup-menuju-perubahan/</link>
		<comments>https://masterholistic.com/neuro-logical-levels-perjalanan-hidup-menuju-perubahan/#respond</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2015 17:23:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Adriansyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP]]></category>
		<category><![CDATA[NLP Coaching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masterholistic.com/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[<p>Neuro-Logical Levels (NLL), sebuah sebuah teknik atau konsep yang powerful untuk membuat sebuah perubahan yang dikembangkan oleh Robert Dillts. Ia berusaha untuk mencari hubungan atau menghubungkan antara aktivitas neurologis dengan tingkatan (hierarchy) yang mempengaruhinya. Dengan NLL ini kita bisa membentuk sebuah kerangka yang bisa digunakan untuk memahami perubahan (Personal Change) selangkah-demi selangkah, yang nantinya akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/neuro-logical-levels-perjalanan-hidup-menuju-perubahan/">Neuro-Logical Levels: Perjalanan Hidup menuju Perubahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/06/NLL.gif"><img class=" size-medium wp-image-1056 alignleft" src="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/06/NLL-300x238.gif" alt="NLL" width="300" height="238" /></a>Neuro-Logical Levels (NLL</strong>), sebuah sebuah teknik atau konsep yang powerful untuk membuat sebuah perubahan yang dikembangkan oleh Robert Dillts. Ia berusaha untuk mencari hubungan atau menghubungkan antara aktivitas neurologis dengan tingkatan (hierarchy) yang mempengaruhinya. Dengan NLL ini kita bisa membentuk sebuah kerangka yang bisa digunakan untuk memahami perubahan (Personal Change) selangkah-demi selangkah, yang nantinya akan membawa sebuah perubahan juga terhadap orang-orang di sekitar kita dan masyarakat luas.</p>
<p>Berikut adalah 7 hierarchy dalam NLL yang bisa menjadi alat untuk membuat perubahan dalam hidup kita.  Penjelasannya sengaja saya buat sederhana saja agar bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.</p>
<ol>
<li><strong>Environment (lingkungan)</strong>  adalah hierarchy paling bawah. Anda harus mengenal dimana anda berada, orang-orang yang ada disekeliling anda termasuk interaksi yang dilakukan satu dengan yang lain, dan kapan waktu yang sesuai untuk itu</li>
<li><strong>Behaviors (perilaku)</strong> yakni hierarchy di atas environment. Apa yang anda kerjakan atau lakukan pada lingkungan anda, termasuk keinginan dan tindakan yang anda lakukan dapat mempengaruhi diri anda dan orang lain di lingkungan anda dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau aktivitas</li>
<li><strong>Capabilities (kemampuan)</strong> termasuk <em>skill, strategi dan talenta dan sumber daya (resources)</em> yang anda miliki yang memberi arah pada perilaku anda sehingga anda bisa mengambil tindakan.</li>
<li><strong>Beliefs (keyakinan</strong>). Ini adalah hal penting yang mempengaruhi anda dalam menjalankan rencana anda atau dalam tindakan anda. Jika anda tidak memiliki keyakinan akan berhasil, maka kemampuan apapun yang anda miliki akan mendapat hambatan. Keyakinan yang baik harus anda miliki agar anda bisa mulai menjalankan apa yang anda ingin kerjakan atau ingin anda capai.</li>
<li><strong>Values (nilai)</strong> adalah apa yang anda yakini penting bagi anda yang mempengaruhi cara hidup maupun cara kerja anda. <em>Values</em>  merupakan standar, etika, moralitas yang penting bagi anda agar sukses menjalankan usaha anda. Jika anda mengabaikan nilai-nilai (values) dalam menjalankan suatu tindakan maka anda akan mendapatkan hambatan baik menyangkut integritas anda dan menjamin kelancaran anda melaksanakan sesuatu usaha atau pekerjaan. <em>Personal Value</em> yang anda miliki tentu harus adaptatif dengan value dari lingkungan anda, misalnya ditempat kerja anda agar tidak terjadi <em>conflict</em>.</li>
<li><strong>Identity (identitas)</strong>. Identitas dalam hal ini menunjukkan siapa anda dan peranan yang anda mainkan. Identitas anda seharusnya berhubungan erat dengan cita-cita atau tujuan anda, bukan dalam arti sempit, misalnya yang bersifat temporer. Jika anda menjalankan pekerjaan anda menjadi Office Boy, itu mungkin bukanlah tujuan hidup anda. Anda bisa meningkatkan diri menjadi karyawan bagian teknik atau administrasi asalkan anda memenuhi hierarki yang ada di bawah <em>identity</em> ini.  Namun, jika anda seorang profesional, maka tunjukkanlah anda sebagai profesional, misalnya anda tidak mempan <em>disuap</em> karena anda memiliki nilai (values) profesionalisme dalam diri anda.</li>
<li><strong>Spiritual (spiritualitas)</strong>. Hierarchy tertinggi adalah spiritualitas. Ketika anda telah melalui berbagai hierarchy di bawahnya, dan anda telah memiliki identitas misalnya sebagai seorang pemimpin atau profesional, maka kesuksesan anda, atau dapat dikatakan, perubahan dalam diri anda mampu membawa perubahan dalam lingkup yang lebih luas, misalnya terhadap orang-orang di sekitar anda atau lebih luas lagi. Hal ini berhubungan dengan keyakinan atau agama yang anda miliki yang pada dasarnya anda harus berbagi kepada sesama, memberikan kedamaian dan pencerahan bagi sesama dan sebagainya.  Seorang pemimpin yang hanya berhenti pada hierarachy yang lebih bawah, biasanya tidak mencerminkan jati diri pemimpin sesungguhnya.  Begitupula seorang profesional, ketika ia tidak berkontribusi kepada sesama atau masyarakat luas, maka ia belum bisa dikatakan telah mencapai tujuan hidup yang sesungguhnya. Apakah mungkin anda hidup sendiri dengan kekayaan anda namun anda tidak mendapatkan kebahagiaan karena minus perhatian dan bantuan moril/ spirituil dari orang lain sama sekali. Bahagianya kita jika bisa mencapai titik tertinggi yakni mencapai kebahagiaan yang ridhoi oleh Tuhan YME, bukan?</li>
</ol>
<p>Ketujuh model di atas adalah bentuk standar dari Robert Dillts, namun bisa saja anda memiliki pemahaman yang berbeda, misalnya menyatukan beberapa hierarchy sekaligus dan tujuan akhirnya adalah juga spiritualitas.</p>
<p>Untuk mencapai suatu perubahan dalam hidup kita, kita perlu melihat tingkatan-tingkatan yang berpengaruh secara neurologis dalam kehidupan maupun pekerjaan atau usaha kita. Ketika terjadi hambatan, segeralah kita bertanya kepada diri kita sendiri</p>
<ul>
<li>apakah kita sudah benar berada di tempat atau lingkungan tersebut untuk mencapai tujuan hidup kita? atau mungkinkah di tempat tersebut kita bisa mengembangkan diri kita?</li>
<li><span style="line-height: 1.5;">apa yang telah kita lakukan selama ini atau apa yang harus kita lakukan untuk menunjang pekerjaan atau aktivitas kita?</span></li>
<li><span style="line-height: 1.5;">bagaimana kita bisa mengerjakan suatu hal dengan baik dan benar&#8230; apa yang harus kita miliki?, </span></li>
<li><span style="line-height: 1.5;">mengapa kita mau melakukan hal ini&#8230; apakah ini tujuan kita sebenarnya? </span></li>
<li><span style="line-height: 1.5;">mengapa kita harus menanamkan keyakinan (belief) dan nilai-nilai (values) yang baik atas pekerjaan atau usaha kita sekarang?</span></li>
<li><span style="line-height: 1.5;">apakah kita telah memiliki identitas seperti yang kita inginkan?  Apa identitas kita sekarang? </span></li>
<li><span style="line-height: 1.5;">Dan apakah tujuan akhir  kita setelah mencapai posisi, jabatan atas status yang kita sandang sekarang?</span></li>
</ul>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat !</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/neuro-logical-levels-perjalanan-hidup-menuju-perubahan/">Neuro-Logical Levels: Perjalanan Hidup menuju Perubahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://masterholistic.com/neuro-logical-levels-perjalanan-hidup-menuju-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coaching: Definisi, Proses dan Manfaatnya.</title>
		<link>https://masterholistic.com/coaching-definisi-proses-dan-profesi-yang-menjanjikan/</link>
		<comments>https://masterholistic.com/coaching-definisi-proses-dan-profesi-yang-menjanjikan/#respond</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2015 14:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Adriansyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[NLP Coaching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://masterholistic.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mungkin ada di antara kita yang bertanya-tanya, apakah yang dimaksud Coaching itu? Sebagian orang mengenal istilah itu dalam olahraga dimana ada orang yang disebut Coach.  Dalam olahraga Coach disebut juga Pelatih. Seorang Pelatih diharapkan menjadi model dari olahragawan yang dilatih, disamping itu Pelatih juga harus memiliki jiwa pemimpin, administrator dan mampu membawa tim atau orang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/coaching-definisi-proses-dan-profesi-yang-menjanjikan/">Coaching: Definisi, Proses dan Manfaatnya.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/06/plane01-2.jpg"><img class="alignleft wp-image-802 size-medium" src="http://masterholistic.com/wp-content/uploads/2015/06/plane01-2-300x256.jpg" alt="Coaching: Definisi dan proses" width="300" height="256" /></a>Mungkin ada di antara kita yang bertanya-tanya, apakah yang dimaksud Coaching itu? Sebagian orang mengenal istilah itu dalam olahraga dimana ada orang yang disebut Coach.  Dalam olahraga Coach disebut juga Pelatih. Seorang Pelatih diharapkan menjadi model dari olahragawan yang dilatih, disamping itu Pelatih juga harus memiliki jiwa pemimpin, administrator dan mampu membawa tim atau orang yang dilatihnya mencapai prestasi terbaik. Sekarang kita simak pengertian Coach dari sisi psikologi antara lain dari ICF dan NCA sebagai berikut:</p>
<p><em>Menurut International Coach Federation (ICF),</em></p>
<p><em>&#8220;Coaching is partnering with clients in a thought-provoking and creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential&#8221; (Coaching adalah proses pemitraan dengan klien dalam pemikiran dan proses kreatif yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional mereka).  </em></p>
<p>Bisa juga dikatakan bahwa</p>
<p><em>&#8220;Coaching adalah kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi seseorang untuk beranjak melakukan perubahan dari keadaan sekarang (Current State) kepada keadaan yang diinginkan (Desired State), dengan memanfaatkan seluruh sumberdaya (resources) yang dimiliki dengan efisin dan efektif, dengan rute terefisien &#8221; (source: NLP Coaching Association)</em></p>
<p>Dari definisi di atas dapat diketahui bahwa seorang Coach bukanlah konselor atau advisor, melainkan mitra bagi coachee. Yang menjadi sasaran adalah bagaimana memberdayakan coachee agar potensi pribadi dan profesional mereka bisa mencapai optimal melalui serangkaian proses atau teknik yang dilakukan bersama seorang Coach.  Dengan kata lain, sejak adanya kontrak dengan seorang Coach, mulai dari disepakatinya sebuah kontrak Coaching, maka komitment kuat dari Coachee untuk bisa menyelesaikan masalah adalah hal utama. Seorang Coach sekali lagi adalah mitra dan melakukan berbagai teknik misalnya pertanyaan-pertanyaan yang men &#8220;trigger&#8221; respons positif baik dari Coachee sehingga ia dapat menyatakan secara jelas dan lengkap apa yang menjadi outcomenya dan ia sanggup menjalankan action plan yang telah dibuat bersama dengan Coach nya.</p>
<p>Berbeda dengan Coaching yang dipelajari secara umum, dalam NLP Coaching, pendekatan coaching berdasarkan ilmu NLP itu sendiri ditambah dengan proses coaching sendiri dimana seorang Coach bertindak sebagai Change Facilitator. Paradigma yang dipakai dalam NLP Coaching adalah presuposisi NLP itu sendiri antara lain Map is not Territory (Peta bukanlah teritori), tidak ada kegagalan melainkan feedback (umpan balik), makna komunikasi adalah tanggapan yang anda peroleh, setiap orang di dalam dirinya memiliki resources yang mana bila diberdayakan secara penuh akan membantunya menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, dan lain-lain.</p>
<p>Secara sederhana yang dimaksud dengan Change Facilitator adalah bahwa bahwa proses coaching dimulai dari adanya Problem dari coachee yang merupakan GAP antara Current State dan Desired State. Gap (Masalah) ini berbeda dengan komplain, oleh karenanya saat memulai proses coaching, seorang Coachee harus bisa memilah mana yang berupa komplain dan mana yang problem agar proses coaching bisa berjalan lancar.</p>
<p>Virginia Satir menyatakan bahwa setiap perubahan (Change) meliputi 5 keadaaan, yaitu:</p>
<ol>
<li>Keadaan saat ini (Old Status Quo)</li>
<li>Keinginan untuk melakukan perubahan</li>
<li>Daya tolak untuk melakukan perubahan</li>
<li>Keadaan Chaos</li>
<li>Transformasi dan integrasi</li>
</ol>
<p>Sedangkan Gleicher, Bechard, Harris menyatakan bahwa &#8220;Change&#8221; hanya bisa terjadi bila ketidakpuasan akan keadaaan saat ini (Dissatisfaction (D)), Visi yang menginspiransi (V) dan langkah awal yang mudah (First Steps (F)) lebih besar dari Daya Tolak untuk berubah (Resistance to Change (R)).</p>
<p>Proses pembelajaran Coaching memang tidak mudah, namun bila anda sudah memperoleh bekal berupa pengetahuan setidaknya telah menyelesaikan NLP Practitioner level, maka anda hanya butuh sedikit lagi untuk bisa menjadi seorang NLP Coach.  Untuk mempermudah menjelaskan proses pembelajaran ilmu Coaching ini akan sangat membantu ketika kita menggunakan metafora, misalnya seseorang yang ingin menyelesaikan masalah yang dihadapi, diibaratkan ia pertama-tama harus membuat perencanaan perjalanan yang merinci lengkap kemana tujuan, waktu, jenis penerbangan dan lain-lain. Kemudian ia harus membuat kontrak dengan biro perjalanan yang di dalamnya termasuk syarat dan ketentuan yang berlaku dan mengikat kedua belah pihak. Setelah itu anda butuh membeli tiket (atau &#8220;tanda masuk&#8221;, apakah anda memenuhi persyaratan untuk menjalani proses coaching atau ada cara lain yang lebih efektif misalnya cara pembelajaran seperti konseling, training atau terapi). Jika ada bisa memiliki tiket untuk coaching , maka anda bersiap-siap untuk berangkat (Departure) sesuai dengan jadwal penerbangan dan pesawat yang sesuai yang tertera dalam &#8220;tiket&#8221; tadi. Dari sini barulah dimulai tahapan atau sesi Coaching secara formal, artinya anda dan Coach anda sudah berada dalam pesawat yang sama.  Dalam tahapan ini masih dimungkinkan bila &#8220;menu&#8221; yang disajikan dalam pesawat tidak cocok dengan kontrak yang sudah disepakati, misalnya, maka  masih dimungkinkan adanya terminasi sementara dan diikuti oleh sesi pembelajaran lain terlebih dahulu. Bisa jadi masalahnya (misal kelemahan anda) baru diketahui saat anda menjawab pertanyaan dari Coach anda. Dan seterusnya&#8230; sampai titik dimana anda menemukan tempat yang dituju (Destination) berupa &#8220;Desired State&#8221;, berupa Outcome anda selaku Coachee.</p>
<p>Coach hanya membantu anda menyusun action plan, dan setelah dibuat action plan tersebut, maka sesi telah selesai. Sekarang anda harus maju merealisasikan langkah-langkah yang telah disusun secara rinci dan sistematis untuk mencapai tujuan atau Outcome anda.  Namun, kadangkala ada juga yang terus masih minta di &#8220;temani&#8221; oleh Coach nya, dan tentunya ini menjadi sesi dari kontrak Coaching baru.</p>
<p>Setelah anda melihat garis besar Coaching, apakah anda tertarik dan ingin di Coach atau mungkin anda malah ingin menjadi seorang Certified NLP Coach?  Mulailah siapkan langkah awal anda sekarang juga !</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com/coaching-definisi-proses-dan-profesi-yang-menjanjikan/">Coaching: Definisi, Proses dan Manfaatnya.</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://masterholistic.com">Master Holistic</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://masterholistic.com/coaching-definisi-proses-dan-profesi-yang-menjanjikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
