Wushu sebuah seni bela diri tingkat Filosofis

wushuBerbeda dengan zaman dulu, jika kita lihat di film-film Kungfu maupun dari cerita para Sifu senior yang menggeluti dunia bela diri bahwa antar perguruan silat di negara asalnya, mereka saling bertarung untuk memperoleh predikat yang terhebat, maka sejak Wushu diperkenalkan sebagai salah satu cabang bela diri yang dipertandingkan di dunia, maka banyak sekali bakat-bakat baru yang muncul dan Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup dikenal di regional Asean melalui Sea Games bahkan dalam pertandingan Wushu yang bersifat internasional.

Dari lebih dari 100 aliran wushu di Tiongkok, dibuatlah beberapa kategori yang dibakukan untuk pertandingan. Sekitar tahun 2000 an sudah ada tujuh kategori yang masuk dalam penilaian dalam pertandingan wushu.

1. Chang chuan dan Bei chuan gaya bebas

2. Tai Chi Chuan

3. Nan Chuan

4. Hsing I dan Pakua

5. Tiongbi-Piqua

6. Ditang

7. lain-lain

Sedangkan senjata yang dipergunakan dalam pertandingan biasanya tidak sebanyak aslinya di Shaolin, hanya Toya, Tombak, Golok. dan Pedang.

Wushu sebenarnya penuh filsafat. Di balik keindahan dan gagahnya gerakan baik kuda-kuda rendah, pukulan, tendangan dan gerakan-gerakan lain seperti melompat, melakukan sapuan, salto, split, dan lain-lain tersirat beragam makna filosofis seperti:

1. Wushu merupakan seni bela diri yang memiliki keseimbangan dan keharmonisan antara gerak jurus, pernafasan seirama dengan alam semesta.

2. Wushu menanamkan kepribadian yang baik sebagai seorang pendekar, namun tidak sombong

3. Wushu sangat detil memperhatikan setiap gerakannya, membawa kepada fleksibilitas, sudut pukulan dan tendangan, teknik penyaluran chi melalui pukulan maupun saat memainkan senjata. Hal ini mencerminkan sikap hidup praktisinya yang seyogyanya terus berlatih tidak kenal lelah.

4. Wushu memberikan kesempatan praktisinya dalam apresiasi seni gerakan bahkan musik yang mengiringinya, jika kita pandang dari sejarah awal mula wushu saat Dinasti Zhou (11 SM-221 SM), dan Dinasti Tang (618-907). Sekalipun mungkin dalam pertandingan tidak lagi mencolok, namun bisa kita lihat saat ada pertandingan barongsay dimana gerakan-gerakan dinamis pemainnya mengikuti gerakan musik yang penuh semangat dan mencerminkan peran yang dimainkan oleh pelakunya.

5. Wushu berkembang sebagai bagian dari olahraga sehingga faktor kesehatan menjadi hal penting dan sangat terasa bagi para praktisinya. Pernafasan, peredaran darah dan respons gerak tubuh menjadi sangat baik.

Penulis merekomendasikan anak-anak usia mulai dari 7 tahunan berlatih wushu karena saat usia sangat remaja inilah banyak pencapaian bisa diperoleh karena elastisitas tubuh sangat baik sehingga saat melakukan split menjadi lebih mudah. Di samping itu, potensi yang bisa dikembangkan sangat besar agar bisa memasuki proses menjadi atlit wushu. Dan yang perlu kita ketahui bahwa Wushu bersifat universal, sekalipun akarnya dari Tiongkok dan seringkali membawa kuil Shaolin, namun semua orang dari berbagai latar belakang dan keyakinan dapat mempelajarinya.