Tanda-tanda Client telah memasuki Trance

hipnoterapi Ada beberapa tanda atau clues yang biasa dipakai oleh seorang Hypnotherapist untuk mengetahui apakah seorang klient telah memasuki trance, yakni:

  • Attentiveness : Apakah ia fokus apa yang kita bicarakan atau ada yang mengganggu proses tersebut
  • Glazed Eyes : Dengan Eye -Fixation biasanya akan nampak mata client seperti berkaca-kaca karena matanya cukup lama terfokus pada sesuatu obyek yang ditatap pada saat induksi dilakukan
  • Eye Blinking : terlihat mata akan nampak berkedip-kedip cepat atau “flutter
  • Eye movement : saat mata tertentu terjadi pergerakan bola mata (eye movement) seperti dalam REM saat mengalami mimpi. Hypnotherapist bisa memberikan informasi bahwa hal ini wajar dan tidak perlu dikhawatirkan
  • Bodily Changes : pernapasan client menjadi lebih tenang, perubahan warna di dagu dan perubahan suhu pada kulit client (jika disentuh, namun hal ini tidak direkomendasikan)
  • Swallow reflex:terjadi reaksi atau gerak refleks menelan seperti pada Tasting Lemon test dimana seorang client mampu merasakan seolah-olah lemon tersebut benar-benar terasa asam di mulutnya
  • Relaxation : kondisi yang umum akan terjadi ketika client memasuki kondisi trance dimana ia akan merasa rileks, santai bahkan sampai sulit menggerakkan anggota tubuhnya
  • Response to suggestion: menunjukkan bagaimana client memberi respons terhadap sugesti seorang hypnotherapist misalnya saat dilakukan tes sugestivitas dan gerakan-gerakan yang bisa diamati

Pada saat memasuki kondisi trance ini, client bisa dihipnosis dan kondisi ini tidak berarti klien tidak bisa mengontrol dirinya lagi, malah sebaliknya karena ia sangat jelas mendengarkan sugesti yang diberikan dan ia dapat memutuskan apakah ia setuju atau tidak dengan sugesti itu, dan ketika tidak bisa diterima misalnya ada masalah dengan moralitas dalam sugesti yang diberikan, klien tersebut bisa keluar dari kondisi hypnotic trance tersebut.

Ada sensasi-sensasi yang mungkin dirasakan oleh klien saat memasuki kondisi trance, dan dapat diketahui saat ia menyelesaikan sesi tersebut. Bahkan bisa saja muncul abreaksi atau luapan emosi jika sugesti yang diberikan memancing munculnya kembali respons mental terhadap suatu peristiwa yang pernah ia alami dan sangat mempengaruhi faktor emosi dan kejiwaan klien.  Hal ini perlu diantisipasi dan ketika itu terjadi, hypnotherapist bisa membawa klien tersebut kembali memasuki kondisi yang membuat klien menjadi rileks dan santai termasuk dengan mengatur posisi bersandarnya di kursi dan mengembalikan imajinasi yang membuat klien merasa nyaman.

Demikianlah sekilas informasi mengenai tanda-tanda dari trance yang dapat diamati oleh hypnotherapist atas kliennya.  Semoga bermanfaat !