Suka Duka Seorang Master

holistic healingMungkin banyak orang beranggapan bahwa dengan menjadi seorang Master, dalam artikel ini adalah Master Esoterik, merupakan sebuah hal yang hanya menunjukkan prestise dan terkait dengan finansial.  Padahal ada cukup banyak suka dan duka ketika seseorang menjadi seorang Master.

Master sebenarnya bisa disederhanakan menjadi Guru, Sifu, dan sebagainya. Ketika seorang Master esoterik menggeluti dunianya maka tidak ubahnya dengan profesi lainnya.

  • Karena Master esoterik memiliki kemampuan dalam penyembuhan holistik, maka mereka memiliki empati atau kedekatan dengan pasien atau orang-orang yang sedang menderita penyakit medis atau gangguan non medis seperti terkena santet, guna-guna, doti, dan sebagainya. Dengan bertambahnya jam terbang, maka kepekaan mereka akan semakin bertambah, mulai dari merasakan bagian yang sakit dari tubuh pasien sampai dengan merasakan ‘serangan’ yang dilakukan oleh paranormal hitam yang mengetahui bahwa pasiennya tengah dibantu disembuhkan oleh Master tersebut.  Hal yang terakhir disebut ini mungkin masih jarang diketahui umum, namun mereka ikhlas membantu (kecuali ada beberapa yang menjadikan hal ini sebagai ‘proses pertukaran energi’ atau ‘potensi terkena dampak’ sehingga mereka memasukkan unsur ini dalam hitung-hitungan finansial dalam menetapkan tarif. Memang tidak ada larangan menentukan tarif namun keikhlasan lebih utama karena seorang Master esoterik yang baik lebih bersifat spiritual. Kalaupun ada biaya terapi biasanya tidak besar karena hanya bersifat menghormati seorang ‘perantara’ penyembuhan yang mungkin ‘berjodoh’ dengan pasien atas izin Tuhan YME.
  • Master esoterik yang memberikan pelatihan tenaga dalam juga tidak kalah besar tantangannya, karena di negara kita masih banyak orang yang belum dewasa sehingga menganggap mereka hanya sebagai ‘saingan’.  Padahal dalam format sebenarnya tenaga dalam (chi/ Ki) diajarkan dalam rangka meningkatkan kesehatan dan proteksi diri, bukan gagah-gagahan apalagi menjadi sombong.  Ketidakdewasaan beberapa orang yang menganggap master esoterik sebagai saingan seringkali diwujudkan dalam bentuk serangan-serangan jarak jauh atau psychic attack karena mereka juga berpikir dua kali untuk bertemu secara langsung karena tidak ada alasan bagi mereka untuk menyerang secara fisik bagi Master yang tidak mencari masalah dengan mereka.
  • Master esoterik yang membimbing dalam hal metafisika seperti pengaktifan indera ke enam atau mata ketiga, terawangan, merogo sukmo dan sebagainya juga memiiki tantangan tersendiri. Mereka yang bijak akan menjelaskan dengan baik tanpa unsur ingin mencari keuntungan dari hal-hal yang tidak kasat mata ini. Para Master yang bijak akan memberikan informasi yang bersifat bimbingan spiritual tanpa membawa praktisi untuk ‘nyeleneh’ atau ‘menjauh dari ajaran agama’, kecuali jika mereka adalah segolongan Master hitam yang lebih banyak melihat hal duniawi dan kuasa gelap.  Oleh sebab itu disarankan bagi praktisi yang ingin belajar rumpun keilmuan ini meminta petunjuk kepada Tuhan YME agar mereka mendapatkan Master yang baik, dijauhkan dari tipu daya dan hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan mereka.

Kebahagiaan seorang Master adalah ketika mereka tahu bahwa praktisi/ murid yang mereka bimbing berhasil menjadi seorang praktisi yang handal. Ketika mereka membantu orang lain yang sedang sakit, mereka berdoa kepada Sang Pencipta secara tulus ikhlas, dan ketika mereka sembuh maka hal ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Demikian pula ketika mereka bisa membimbing praktisi mencapai tingkatan kesadaran spiritual yang lebih baik, maka mereka akan bahagia.

Dengan artikel ini semoga para pembaca dapat melihat secara lebih jelas siapa yang layak disebut Master dan siapa yang ‘mengkomersilkan’ nya. Siapa yang berkata jujur dan siapa yang menipu, dan sebagainya.

Perlu kita pahami bahwa menjadi seorang Master yang baik dan bijak dibutuhkan proses kesadaran spiritual, sekalipun mereka bisa saja memiliki kemampuan karena bawaan sejak lahir atau berguru selama satu hari saja.  Ukuran lamanya waktu berguru sampai menjadi Master yang berbulan-bulan, bertahun-tahun bahkan berguru sampai ke negeri seberang tidak menjamin mereka bisa menjadi Guru atau Master yang bijak.