Misteri Ilmu Ghaib

occultismBerbeda dengan keilmuan metafisika yang salah satunya mempelajari esoterisme terkait dengan subtle energy, Ilmu Ghaib lebih banyak dikaitkan dengan hal-hal berbau klenik atau occultism.  Untuk menjadi seorang pananormal tidak harus bisa melihat jin tetapi cukup memiliki sixth sense (indera keenam) melalui kekuatan intuisi dan bisa memasuki tahap cenayang (psychic).  Sedangkan ilmu ghaib cenderung mengakses pada entitas dari makhluk pada dimensi lain. Namun sangat disayangkan, bahwa banyak yang mencampuradukkan kedua istilah di atas seolah-olah semua paranormal harus memiliki kemampuan melihat makhluk ghaib setiap kali melakukan ritualnya. Oleh sebab itu, sekedar penyederhanaan, penulis memisahkan kedua hal itu pada artikel dalam portal ini.

Penulis meyakini bahwa ilmu esoterik seperti Reiki dan Prana Shakti yang mengakses energi semesta atas izin Tuhan YME bisa dilakukan oleh semua orang yang mempelajarinya, sehingga keilmuan seperti ini disebut juga keilmuan energi Ilahiah.  Sementara ilmu ghaib harus dilakukan dengan dua hal, yakni pertama karena kekuatan yang diberikan Tuhan YME kepada orang indigo ataupun mereka yang ‘secara khusus’ mempelajarinya.  Namun sayangnya yang terakhir disebut seringkali tidak memperoleh bimbingan dari seorang Guru yang tepat, sehingga tidak jarang mereka menjadi korban penipuan bahkan mereka terjebak pada konsep hipnotis tradsional yang membuat mereka hanya dalam bayangan ‘halusinasi’.

Di nusantara banyak sekali aliran mistis yang konon menjanjikan kesaktian seperti mampu kapan saja melihat makhluk ghaib, terawangan pun dijadikan sarana untuk ‘meneropong’ dimensi lain tersebut.  Tidak semuanya salah tetapi kembali pada ajaran agama sebenarnya Tuhan YME memang memberikan manusia sedikit kemampuan tetapi tidak bisa semena-mena kita melakukannya jika tidak diizinkan oleh Nya. Ritual-ritual yang dilakukan pun lebih bersifat induktif agar kita bisa secara otomatis masuk dalam kondisi trance yang dalam. Namun inipun tidak menjanjikan keberhasilan 100% bagi praktisinya.

Misteri ilmu ghaib ini memang dilematis.  Dengan kekuatan mistik yang dimiliki si empunya ilmu, mereka dikatakan mampu ‘memanipulasi’ keadaan atau keteraturan yang tunduk pada hukum alam. Oleh sebab itu para praktisi perdukunan ini seringkali laris manis ketika tujuan-tujuan atau kepentingan tertentu dipertaruhkan, salah satunya terkait politik atau kekuasaan.  Kebanyakan yang menang dari ajang kompetisi akan terus menerus terhubung dengan kekuatan mistis ini dan tanpa mereka sadari pada saatnya nanti akan mendapatkan ganjarannya.  Apakah si ‘dukun sakti’ itu bisa ‘menebar’ pengaruh pada orang lain secara masal ?  Jika dipahami bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memanipulasi hukum alam, maka bisa saja hal itu terjadi. Apakah secara spiritual perbuatan ini baik bagi praktisi maupun ‘klien’ nya membawa kebaikan?  Jawabannya adalah mereka tahu konsekwensi dari apa yang mereka lakukan, namun memilih untuk melakukan hal itu karena sebuah perikatan terkait dengan pemuasan nafsu untuk berkuasa, kekayaan atau kesaktian.

Untuk menjadi seorang spiritualis sejati seyogyanya mencari cahaya Ilahiah, mematuhi hukum alam dan menyelaraskan diri dengan vibrasi semesta yang bisa membawa menuju ridho Tuhan YME. Jika kita senantiasa terhubung dengan kesadaran yang lebih tinggi yakni kepada Sang Pencipta, Tuhan YME, maka kita akan memasuki dimensi cahaya Ilahi dan cepat memasuki proses transformasi yang lebih baik. Jika Tuhan YME berkehendak, mata bathin kita bertambah cerah dan lebih disayang oleh Nya.  Sebaliknya, jika kita menentang hukum alam, bukan tidak mungkin akan menerima murka dari Sang Pencipta, dan akan berakhir pada penderitaan dunia dan akhirat sebab Tuhan telah memberikan berbagai keselarasan yang diperlukan oleh manusia dan makhluk-makhluk lainnya, namun dimanipulasi sedemikian rupa hanya untuk memuaskan hawa nafsu.

Semoga artikel ini bisa mencerahkan dan menjadi awal transformasi spiritual yang baik bagi kita semua. Amin