Hypnosis untuk Pain Management

pain managementDibandingkan obat-obatan yang digunakan untuk meringankan rasa nyeri, seperti Codeine dan Morphine, Hypnosis ternyata seringkali lebih efektif dan aman karena Hypnosis tidak memiliki efek samping seperti kecanduan (non-addictive) dan resiko lain baik medis maupun psikologis.  Teori tentang rasa nyeri yakni Melzack and Wall gate-control dapat menjelaskan perihal ini. Teori tersebut – diajukan setelah adanya pengakuan atas  kurangnya hubungan yang jelas antara stimulus yang menyebabkan rasa sakit dengan pengalaman subjektif dari rasa sakit -mengusulkan input dari pain reseptors melewati gating mechanism di sum-sum tulang belakang.

Otak dapat merespons rasa sakit/ nyeri dengan melepas senyawa kimia yang disebut endorphins yang dapat menghambat rasa nyeri. Sehingga gerbang ini dapat dipengaruhi oleh respon perifer terhadap stimulus yang menyebabkan rasa nyeri (painful stimulus) dan aktivitas otak yang lebih tinggi seperti kognisi dan emosi. Intensitas dari rasa nyeri diubah oleh kondisi mental dan membuka jalan untuk diadakannya intervensi psikologis.

Hypnosis bermanfaat dalam mengurangi, bahkan menghilangkan rasa sakit atau mengalihkan rasa sakit. Pain management ini dibutuhkan oleh pihak medis misalnya untuk keperluan sirkumsisi (khitan) maupun bedah (surgery). Pada saat Perang Dunia I dan II dahulu, disaat kesulitan mempeoleh obat bius (anesthesia), digunakan teknik hypnosis misalnya dalam proses amputasi pada bagian tubuh tertentu dari tentara yang terkena mortir. Di samping itu Hypnosis juga dibutuhkan dalam mengatasi gangguan mental misalnya karena gangguan stress dan trauma paska perang yang sering diderita para tentara.

Berbagai teknik hypnosis dipakai dalam pain-management ini, misalnya dengan teknik dissosiasi, desensitisasi,  maupun teknik lain menggunakan sugesti melalui imagery tertentu yang didahului dengan membawa pasien atau client memasuki kondisi trance pada level tertentu, mulai dari level glove-anesthesia dan level yang lebih dalam lagi agar terjadi proses anestesi lokal di daerah yang ingin dibedah (kulit /bagian tersebut tidak merasa sakit lagi (numbness)).

Bagi praktisi kesehatan seperti dokter, menurut penulis Hypnosis untuk Pain-Management merupakan sebuah pengetahuan yang harus dipelajari untuk melengkapi dan mengantisipasi dalam hal tidak tersedianya obat-obatan penghilang rasa sakit/ nyeri seperti bius dan lain-lain.

Bagi pembaca yang berminat mengikuti sesi Hypnosis dan Hypnotherapy bersertifikasi resmi dari Indonesian Board of Hypnotherapy, dapat mengikuti kelas pelatihan yang diadakan oleh AvatranZ Hypnosis Training Center yang jadwalnya dimuat di website ini, atau bisa mengikuti kelas privat sesuai dengan waktu dan tempat yang disepakati bersama antara peserta dan Hypnotherapy Instructor (hubungi 0815 3570966)