Cenayang 1: Melihat sifat ‘hewan’ dalam diri kita

hewanArtikel ini sedikit bernada mistis namun tentunya bisa digunakan untuk materi introspeksi bagi diri kita saat kita ingin mengeksplorasi kekuatan pikiran bawah sadar kita. Namun sebelum itu, penulis mencoba sedikit berbagi pengalaman mengenai fenomena ini.

Penulis pernah mendapatkan ‘penglihatan’ dalam beberapa kesempatan yang berbeda terhadap beberapa orang baik yang penulis kenal maupun tidak kenal.  Peristiwa ini terjadi dahulu saat penulis baru menyelesaikan pendidikan pada sebuah perguruan tinggi di pulau Sumatera dan merantau ke Jakarta. Saat itu penulis masih berada di sebuah kost di Jakarta Timur tepatnya di daerah UKI Jakarta Timur lebih dari 20 tahun lalu.

Penulis memiliki beberapa orang teman, dan di antaranya yang dekat adalah sebut saja si Ucok dan si Nana. Mereka penulis anggap seperti adik sendiri sehingga ketika mereka mengalami masalah seperti penyakit atau sedang mengalami masalah psikologis, penulis turut menjaga mereka.  Singkat cerita, penulis melihat dalam kondisi kontemplatif si Ucok, seakan-akan muncul dalam tampilan ‘seekor katak’ dan si Nana dalam tampilan sebagai ‘seekor harimau’.  Dua penampakan ini sempat membuat kaget penulis dan membayangkan bahwa ini hanya halusinasi.

Selang beberapa tahun kemudian, penulis mengalami lagi penglihatan cenayang saat berada di sebuah Taxi dimana saat melintasi layang menuju mal TA, penulis melihat di spion wajah drivernya menunjukkan sedikit beda dengan lazimnya orang biasa. Dalam keadaan 100% sadar penulis mencoba mencubit kulit sendiri mungkin sedang bermimpi, ternyata tidak.  Penulis melihat kembali ke spion dan kali kedua ini juga sama. Yang penulis lihat adalah wajah yang berbulu seperti ‘kera’.  Setelah itu penulis mencoba menanyakan kepada drivernya apakah ia memiliki ‘sesuatu’ yang bisa dikonotasikan dengan fenomena mistis tersebut. Namun, drivernya mengatakan tidak sama sekali.  Entah, mungkin inilah yang membuat penulis berpendapat bahwa sebuah ‘penampakan’ pada diri manusia mungkin lebih dekat dengan sifat dasar yang dimiliki masing-masing orang tersebut.

Mungkin tidak semua cenayang bisa diberikan ‘petunjuk’ melalui penglihatan seperti yang penulis miliki. Namun, setidaknya bila kita mencoba menyelami pikiran bawah sadar, maka kita mungkin mendapatkan sinyal-sinyal, setidaknya sekalipun bukan berupa penampakan, tetapi berupa kesan khas dari hewan tertentu yang dapat dikonotasikan dengan sifat kepribadian kita.

Salah satu cara yang konon dimiliki oleh para wali songo adalah dengan melakukan meditasi atau kontemplasi singkat.  Ketika kita telah memasuki pikiran bawah sadar kita, kita mencoba melihat hewan apa yang terlintas dalam pikiran kita yang memiliki kedekatan dengan sifat yang dimiliki oleh kita. Misalnya, bila yang terlintas antara lain :

1. Burung elang, maka sifat yang biasanya dikonotasikan di sini adalah seorang yang tidak bisa tinggal diam dalam waktu lama di rumah, senang berpetualang dan mencari pengalaman baru, dan ia juga memiliki kepekaan intuisi yang tajam dalam menilai sesuatu peristiwa.

2. Onta, melambangkan sifat hewan yang hidup di gurun pasir yang memiliki banyak potensi dan kekuatan. Orang yang memiliki sifat ini biasanya tahan banting, kuat dan sabar serta memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap keluarga dan orang yang dikasihinya.

3. Harimau, melambangkan sifat hewan yang keras. Orang yang memiliki lambang ini, biasanya lebih mendominasi dalam setiap pertemanan atau hubungan, suka semau-gue karena merasa memiliki banyak kelebihan, serta tidak segan-segan untuk menunjukkan jati diri sebagai seorang pemimpin.

4. Merak, melambangkan keanggunan dan dibalik keanggunan itu tersimpan kesombongan serta suka memandang rendah orang lain.

Masih banyak lagi yang lain, namun penulis berharapa pembaca yang ingin memiliki kemampuan ‘cenayang’ ini harus benar-benar bisa meresapi dan memaknai simbol-simbol yang muncul secara bijak.

Caranya adalah:

1. Siapkan sebuah sapu tangan dan bentuk lah segitiga

2. Siapkan pensin yang telah dirajut

3. Letakkan pensil itu ke dalam lipatan sapu tangan tersebut

4. Lalu digulung pelan-pelan sampai ke ujungnya dan lipat kedua ujung sapu tangan tersebut

5. Dengan berdoa kepada Tuhan YME, sambil meniatkan bahwa atas izin Nya anda menempatkan saputangan tersebut ke jari kaki antara ibu jari dan jari sebelahnya. Lalu biarkan anda atau siapa yang anda inginkan kakinya dipasangkan sapu tangan itu untuk menyebutkan hewan apa yang terlintas atau dia ingin sebutkan sesuai dengan intuisinya

6. Lalu, setelah itu, keluarkan saputangan itu dari jepitan jari kaki dan cobalan menempatkan gulungan saputangan itu pelan-pelan diatas meja atau di tempat datar lainnya

7. Bukalah lipatan dan gulungan saputangan itu perlahan-lahan dari sudut runcing lipatan sampai kebagian yang lebih lebar. dengan gerakan dari atas ke bawah

8. Cobalah lihat jika pensil itu sekarang berada di luar sapu tangan tersebut, berarti nama hewan yang disebutkan tersebut adalah lambang atau simbol yang mewakili dari anda atau orang yang melakukan proses ini. Namun, adapula mereka yang harus melakukan proses ini berkali-kali sebelum mendapatkan hasil. Yang penting tidak mudah menyerah, dan jika sudah merasa capek, istirahat dulu.

Permainan ini sebenarnya cara yang cukup bijak dalam mengembangkan kemampuan pikiran bawah sadar melalui kekuatan intuisi. Dibutuhkan kesabaran dan keyakinan sekalipun gagal beberapa kali.  Ada pula yang baru sekali mencoba bisa. Yang terbaik adalah menganggap proses ini sebagai latihan khususnya bagi yang ingin eksplorasi pikiran bawah sadar khususnya kekuata intuisi.

Selamat mencoba.