Antara Reiki, Kundalini dan Prana Shakti

Pada kesempatan ini, penulis yang sekaligus praktisi dari keilmuan esoterik, ingin memberikan beberapa pendapat pribadi mengenai proses dan pencapaian dari keilmuan Reiki dan Prana Shakti agar para praktisi maupun calon praktisi dalam bidang keilmuan tersebut cukup mendapatkan pemahaman atas perbedaaan yang ada.

Reiki adalah sebuah tradisi energi yang semula dikembangkan oleh Mikao Usui dari Jepang dan secara ringkas berorientasi ke makrokosmos (alam semesta), dimana praktisinya akan terhubung dan dapat menyerap serta menyalurkan (subtle) energi penyembuhan yang bersumber dari alam semesta. Alam semesta ciptaan Tuhan YME ini memang kaya raya dengan berbagai sumber yang dapat membantu penyembuhan, dan setelah terhubung dengan kemampuan yang telah terbangkitkan dalam tingkat kesadaran manusia atas (subtle) energi itu sendiri, maka proses penyembuhan akan terjadi/ mengalir sekalipun hanya denga niat atau bentuk afirmasi lainnya, seperti warna, huruf-huruf kuno tertentu dan sebagainya.  Praktisi Reiki pada dasarnya tidak membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi seperti saat seorang praktisi tenaga dalam menghimpun energi chi dari dalam tubuh melalui pembangkitan dan tian. Sehingga para praktisi cukup duduk tenang sambil mengarahkan kedua tangannya secara rileks maka energi reiki akan mengalir secara otomatis.  Reiki juga tidak membutuhkan pembelajaran yang lama dari para praktisi karena pada dasarnya setelah mendapatkan penyelarasan yang disebut ‘attunement’ dari seorang Master, maka ia bisa langsung mengakses energi semesta tersebut. Seorang praktisi Reiki yang melatih meditasi secara terus-menerus akan merasakan manfaat kesehatan baik bagi diri sendiri maupun dalam membantu sesama, baik dari jarak dekat maupun jauh.

Kundalini dalam pengetahuan esoterik disebut juga ‘tummo’ (Tibet) merupakan sebuah proses pembangkitan kemampuan dalam diri berupa pembukaan kumparan yang berbentuk tiga setengah lingkaran yang ada di perinium (ujung tulang ekor). Karena pembangkitan kundalini adalah berasal dari dalam diri praktisi sendiri atas izin Tuhan YME, maka dikategorikan dalam kelompok mikrokosmos. Kebangkitan kundalini ini akan membawa lebih banyak manfaat yang dirasakan tubuh karena setelah mendapatkan inisiasi (shaktipat) dari seorang Master Kundalini, para praktisi akan merasakan sebuah kebangkitan energi dari dalam tubuh yang pada umumnya berupa getaran dan hawa hangat yang menjalar dari bawah sampai ke atas melalui sepanjang tulang belakang (tepatnya jalur sushumna). Dan ketika telah mencapai chakra mahkota, kundalini ini akan menyatu dengan universe (alam semesta) sehingga para praktisi akan memiliki beberapa kemampuan yang secara otomatis akan mempengaruhi kesehatannya khususnya daya tahan tubuh terhadap cuaca, penyakit bahkan proyeksi energi negatif yang dipancarkan orang lain kepada praktisi.  Kepekaan biasanya akan lebih tinggi termasuk saat praktisi melakukan penyembuhan holistik seperti halnya Reiki, karena saat melakukan proses penyaluran energi penyembuhan tersebut, bila ada blok-blok energi, energi negatif atau gangguan kesehatan yang cukup berat di bagian tertentu di tubuh pasien, maka praktisi kundalini secara otomatis akan merasakan hawa panas di tubuhnya lebih tinggi bahkan sampai berkeringat sekalipun dalam ruangan AC.  Hal ini pada dasarnya untuk melindungi diri praktisi dari tertularnya penyakit dan/ atau sebagai sinyal bahwa ada gangguan pada jalur sushumna atau chakra pasien di daerah tertentu. Kundalini juga perlu dilatih agar terus dapat ditingkatkan kesadarannya misalnya melalui meditasi kundalini.

Sedangkan praktisi Prana Shakti sekalipun tingkat pertama, yakni Dharana, memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi dari para praktisi tradisi energi esoterik biasa dimana perbedaannya adalah pada pencerahan kesadaran energi semesta yang diperoleh praktisi setelah mendapatkan abhiseka dan shaktipat Prana Shakti.  Secara clairvoyance, penulis dapat melihat dan merasakan tahapan kebangkitan energi praktisi dimana pada tataran tradisi Reiki dan Kundalini yang memiliki beberapa tingkatan, kenaikannya memerlukan lebih banyak waktu untuk mencepai ‘pencerahan’ energi itu sendiri. Bahkan setelah mencapai tingkat ketiga (pada umumnya dalam tradisi Reiki sudah disebut tingkat Master), tingkat kesadaran energi praktisinya praktis masih memerlukan proses untuk mencapai titik keseimbangan untuk dapat benar-benar masuk dalam kesadaran semesta secara utuh.  Salah satu contohnya, adalah saat penulis memberikan penyelarasan Reiki Kundalini tingkat 1 sampai 3 dalam satu hari pertama, memang terasa (termasuk oleh praktisi yang peka) bahwa ‘pencerahan’ atau kultivasi kesadaran energi tingkat dua dan tiga belum sempurna, sehingga praktisi membutuhkan proses dan waktu lanjutan sesuai dengan tradisi yang ada.  Sedangkan, seorang Praktisi Prana Shakti, saat setelah menerima abhiseka dan shaktipat Prana Shakti, praktisi akan memperoleh kultivasi kesadaran semesta yang lebih tinggi, termasuk memperoleh kemampuan untuk menyerap semua spektrum dari vibrasi dan sensasi energi semesta yang ada dan memperoleh kebangkitan kundalini menembus chakra mahkota.  Dan kelebihan dari Prana Shakti ini adalah semua  praktisi yang telah mendapatkan abhiseka dan shaktipat Prana Shakti dari seorang Prana Shakti Master (authorized instructor), maka mereka dapat melakukan Self-attunement dan initiation, sehingga mereka tidak membutuhkan penyelarasan keilmuan energi dari tradisi apapun lagi yang ada baik dalam kelompok Prana (berorientasi ke makrokosmos), maupun Shakti (berorientasi ke mikrokosmos). Oleh sebab itu,kemampuan seorang praktisi Prana Shakti lebih luas dari praktisi Reiki dan Kundalini, karena mereka juga memiliki keselarasan dengan semua (subtle) energy semesta dan semua potensi yang dapat dimunculkan dari dalam diri, termasuk tenaga dalam dan peningkatan kemampuan metafisika lainnya.  Dalam Prana Shakti, ada meditasi khusus yang membuat para praktisnya mampu meningkatkan kesadaran atas energi yang berorientasi pada makrokosmos dan mikrokosmos sehingga bila dilakukan secara teratur, maka praktisnya akan merasakan lebih banyak manfaat kesehatan yang diperoleh.

Demikian ulasan penulis yang juga Master Teacher dari beberapa tradisi energi termasuk Reiki, Kundalini, Tenaga Dalam dan juga merupakan seorang Senior Prana Shakti Master yang mendapatkan otorisasi dari Prana Shakti International Brotherhood (PSIB).  Semoga artikel ini dapat memberikan penjelasan yang memadai dan dapat menjadi referensi bagi praktisi pemula dalam keilmuan esoterik agar dapat pemahaman lebih terhadap keilmuan-keilmuan yang ada.